pengeluaran tak terduga saat membangun kolam renang

Pengeluaran Tak Terduga Saat Membangun Kolam Renang

Dalam pembangunan kolam renang, baik dibangun sendiri ataupun menggunakan kontraktor; seringkali estimasi biaya awal hanya mencangkup pembangunan inti. Tahukah Anda? ada beberapa biaya tersembunyi dan tak terduga yang muncul saat proyek berjalan. Ini bisa jadi kesengajaan atau mungkin ketidaktahuan.

Pada artikel ini akan mengupas secara tuntas tentang beberapa pengeluaran tak terduga yang sering luput dalam perhitungan biaya pembangunan kolam renang. Untuk mempermudah anda dalam melihat biaya-biaya tersebut, Bali Arsitek akan mengelompokkannya sesuai tahap pengerjaan kolam renang.

Tahap Perencanaan & Izin

Pada tahap perencanaan dan pengurusan izin pembuatan kolam renang, terdapat beberapa biaya yang perlu diperhatikan yakni:

  1. Uji Tanah (Soil Test)
    Sebelum melakukan pembuatan konstruksi kolam renang, uji tanah sangat perlu untuk dilakukan. Pengujian tanah ini sangat berperan untuk memastikan bagaimana kontruksi itu dibuat, perlukah ditambahkan perlakuan tambahan, dan berbagai kemungkinan lainnya. Pastikan di dalam pengerjaan kolam renang Anda telah memasukkan biaya pengujian tanah.

    Baca juga: Pentingkah Uji Tanah Sebelum Membuat Kolam Renang?

  2. Biaya Perizinan Pembangunan
    Biaya perizinan pembangunan sangat dinamis dan disesuaikan dengan regulasi setempat serta jenis kolam yang hendak dibuat. Perizinan ini sangat diperlukan untuk kolam renang umum, namun untuk kolam renang pribadi lebih ke arah izin lingkungan karena nantinya akan ada alat berat atau kendaraan material yang masuk melalui jalan di sekitar tempat pembuatan kolam renang. Untuk perizinan ini mungkin saja akan ada biaya tambahan di luar biaya pembuatan inti kolam renang.

 

Tahap Konstruksi

Dari tahap perencanaan dan perizinan dilanjutkan ke tahap konstruksi. Pada tahap ini terdapat tahapan yang memiliki hubungan dengan tahapan perencanaan, baik dari hasil uji tanah maupun penerbitan izin pembuatan kolam renang. Berikut ini adalah beberapa tahapan yang mungkin akan menambah biaya pembuatan kolam renang Anda.

  1. Biaya Pematangan Lahan
    Biaya pematangan lahan sangat disesuaikan dengan kondisi lahan dan juga hasil dari uji tanah. Pada dasarnya tidak semua lahan bisa langsung dibuat konstruksi, mungkin saja ada pekerjaan seperti perataan tanah, pemindahan objek besar (batu atau pohon), pembongkaran sisa-sisa struktur pembangunan sebelumnya, hingga pemadatan tanah. Tentu tahapan ini membutuhkan biaya tambahan yang harus ditambahkan dari nilai awal pembuatan kolam renang.

  2. Pekerjaan Sipil Tambahan
    Pekerjaan sipil tambahan adalah hal yang perlu dilakukan jika lokasi pembuatan memiliki struktur tanah yang tidak ideal untuk kolam renang. Mungkin saja diperlukan penanganan berupa pekerjaan sipil tambahan untuk menangani struktur tanah yang labil atau memiliki air tanah yang tinggi.

    Baca juga: Struktur Tanah yang Baik untuk Pembuatan Kolam Renang

  3. Instalasi Pipa & Listrik Tambahan
    Meskipun instalasi pipa dan listrik sudah masuk ke dalam kontrak pengerjaan kolam renang, penambahan jalur pipa baru dan penambahan titik listrik bisa menambah biaya pembuatan kolam renang. Biasanya kontraktor akan menambahkan biaya ini bilamana dalam perencanaan dan realisasi terdapat perubahan.

Tahap Finishing

Setelah tahap konstruksi selesai dilakukan, akan dilanjutkan ke tahap finishing kolam renang. Pada tahap ini terdapat beberapa biaya yang mungkin tidak dimasukkan kontraktor dalam kontrak kerja.

  1. Uji Rendam, Pembersihan, dan Pengisian Air Awal
    Uji rendam, pembersihan, dan pengisian air awal membutuhkan pasokan air yang tidak sedikit. Apalagi kolam renang yang Anda buat berukuran besar, tentu ini perlu Anda perhatikan. Pastikan Anda menghitung kebutuhan air jika Anda membangun kolam renang secara mandiri atau memperhatikan apakah kebutuhan air ini sudah termasuk dalam kontrak kerja jika Anda mempercayakan pada kontraktor.

    Hal ini sangat penting karena di tahapan uji rendam (saat struktur utama kolam renang selesai) memerlukan air yang setara dengan pengisian kolam secara penuh. Ini bertujuan untuk memastikan struktur utama tidak bocor.

    Pada tahap pembersihan material finishing kolam renang juga memerlukan air yang cukup. Serta pada tahap akhir ketika pengisian air pertama setelah finishing memerlukan air yang setara dengan kebutuhan saat uji rendam.

  2. Aksesori dan Dekorasi
    Bagian ini juga menambah biaya pembuatan kolam renang bilamana Anda menginginkan kolam renang Anda memiliki aksesoris dan dekorasi tertentu. Pastikan Anda telah membicarakannya di awal sehingga biaya aksesoris dan dekorasi telah dimasukkan dalam kontrak kerja.

  3. Lanskap & Area Sekitar
    Penambahan taman di area sekitar kolam, penambahan dek, penambahan gazebo setelah kolam renang selesai dapat meningkatkan biaya pembuatan kolam renang Anda. kelengkapan ini biasanya tidak tercantum dalam kontrak kerja pembuatan kolam renang pada umumnya. Anda dapat melakukan permintaan khusus agar kebutuhan Anda dapat terpenuhi.

Setelah Pembangunan Selesai

Saat kolam renang Anda selesai dibuat, pastikan Anda telah mendapatkan dan memasukkan beberapa biaya berikut:

  1. Biaya Perawatan Kimia Awal
    Biaya kimia awal kolam renang seperti penggunaan bahan kimia klorin, pH, algaecide perlu Anda masukkan dalam pembuatan kolam renang. Jika Anda menggunakan kontraktor, pastikan biaya ini sudah ada dalam kontrak kerja yang diberikan.

  2. Garansi dan Layanan Purna Jual
    Selalu cek cakupan garansi yang Anda dapatkan. Perhatikan berapa lama masa garansi, jenis garansi apa saja yang didapat, hingga kondisi apa saja yang termasuk dalam garansi. Ini penting untuk dipastikan agar tidak ada biaya tambahan yang perlu Anda keluarkan ketika kolam renang Anda selesai dibuat. Selain itu ini juga dapat memastikan siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kerusakan atau kendala ketika masa garansi masih ada.

Rekomendasi & Penutup

Membuat kolam renang tidak hanya perlu memfokuskan pada material terbaik dalam konstruksinya, namun juga berbagai kemungkinan kejutan finansial yang mungkin timbul. Mengalokasikan dana cadangan ketika pembuatan kolam renang sebanyak 10% - 15% bisa menjadi mitigasi adanya lonjakan biaya pembuatan kolam renang.

Selain itu, pastikan Anda untuk memilih kontraktor yang transparan dan memberikan rincian biaya pembuatan yang jelas. Ini bertujuan agar Anda dapat terhindar dari biaya-biaya yang mungkin secara sengaja disembunyikan untuk menekan biaya awal pembuatan kolam renang.

Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan kontraktor kolam renang terpercaya, bisa menjadi titik awal pengerjaan proyek tanpa banyak drama finansial. Demikian artikel ini, semoga dapat membantu Anda dalam mewujudkan kolam renang impian Anda.

Artikel Terkait

- artikel menarik lainnya yang mungkin anda butuhkan -