pentingnya waterproofing untuk kolam renang

Pentingkah Lapisan Waterproofing pada Kolam Renang?

Sebagian besar orang mengira bahwa kolam renang hanya terdiri dari struktur beton yang diisi air. Faktanya, kolam renang adalah sebuah sistem konstruksi yang harus mampu menahan tekanan air dan bahan kimia secara terus menerus selama puluhan tahun. Kesalahan kecil pada konstruksi dapat menjadi bom waktu yang menimbulkan masalah besar di kemudian hari.

Waterproofing adalah salah satu hal yang mampu mendukung sistem kolam renang dan mencegah kebocoran. Karena itu, waterproofing bukanlah pilihan, melainkan elemen wajib dalam pembangunan kolam renang

Artikel ini akan memberikan pemahaman menyeluruh tentang peran, risiko, dan jenis waterproofing dalam pembuatan kolam renang. Selain itu yang terpenting agar tahapan waterproofing ini tidak diabaikan hanya karena ingin mengejar harga murah.

Fungsi Utama Waterproofing Pada Pembuatan Kolam Renang

Waterproofing dalam pembangunan kolam renang memiliki peran yang sangat penting. Tahap ini dapat menjaga kekuatan struktur dan mencegah berbagai masalah teknis kolam renang dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa fungsi utama waterproofing:

  1. Penghalang Rembesan Masuk ke Struktur Utama Kolam Renang
    Pada dasarnya, beton memiliki sifat poros atau memiliki pori-pori sang sangat kecil. Pori-pori ini memungkinkan air meresap perlahan. Untuk mencegah hal ini, waterproofing kolam renang dilakukan agar pori-pori beton tertutup dan mencegah air kolam meresap ke dalam struktur. Dengan demikian, struktur kolam renang tetap kering dan stabil meskipun terpapar air atau bahan kimia secara terus-menerus.

  2. Pelindung Ekstra Bagi Tulangan Besi
    Air yang meresap ke dalam beton dapat memicu korosi atau karat pada besi tulangan di dalam struktur kolam. Jika terjadi korosi, besi tulangan akan memuai dan menekan beton dari dalam. Hal ini dapat memicu retak hingga pecah (spalling) pada struktur kolam renang. Jadi, waterproofing digunakan untuk mencegah hal ini terjadi.

  3. Menjaga Tekanan Hidrostatik
    Struktur kolam renang tidak hanya perlu menahan air dari dalam kolam, tapi juga harus mampu menahan tekanan air tanah. Waterproofing bertindak untuk menjaga keseimbangan tekanan hidrostatik sehingga struktur kolam tidak rusak karena tekanan yang tidak terkendali.

 

Apa yang Terjadi Jika Tidak Menggunakan Waterproofing?

Banyak resiko yang dapat terjadi jika mengabaikan waterproofing kolam renang, baik resiko finansial dan teknis, seperti:

  1. Kebocoran Struktural
    Kolam renang tanpa waterproofing akan mengalami rembes pada struktur beton. Air kolam renang akan terserap secara terus menerus dan perlahan. Karena kolam renang terus kehilangan volume air, maka diperlukan isi ulang secara berkala yang menyebabkan tagihan air membengkak.

  2. Kerusakan Properti Sekitar
    Rembesan air kolam renang dapat berpengaruh pada bangunan sekitar juga. Air yang terserap dapat membuat tanah menjadi lembek dan memicu retak atau kerusakan pada pondasi, lantai dan dinding bagunan di sekitar kolam renang.

  3. Pertumbuhan Lumut & Jamur di Balik Keramik
    Air yang terjebak di antara beton dan keramik akan menciptakan lingkungan yang lembab. Kelembaban ini akan memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Keramik juga akan mudah lepas (popping) dan mempercepat kerusakan finishing kolam.

  4. Menurunnya Estetika Kolam dan Sekitarnya
    Karena adanya rembesan air dari kolam renang mengakibatkan gangguan estetika di area kolam renang maupun di sekitar kolam renang. Jika properti berupa villa, resort, atau hotel akan menurunkan estetika properti.

  5. Biaya Renovasi Tinggi
    Memperbaiki kolam renang yang bocor jauh lebih mahal daripada biaya pemasangan waterproofing di awal pembangunan. Renovasi karena adanya kebocoran struktur harus dilakukan pengecekan lokasi kebocoran dan juga pengupasan ubin lama. Ini tentu akan menyebabkan tingginya biaya renovasi atau yang terparah renovasi tidak bisa dilakukan dan berpotensi kolam renang perlu dibangun ulang.

 

Jenis Waterproofing yang Sering Digunakan pada Kolam Renang

Ada beberapa jenis waterproofing yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi struktur dan kebutuhan, berikut ulasannya:

  1. Cementitious (Berbasis Semen)
    Jenis waterproofing ini adalah yang paling umum dan diaplikasikan dalam bentuk cairan atau bubuk campuran semen. Waterproofing jenis cementitious ini memiliki daya rekat yang tinggi pada beton, sehingga sangat cocok untuk struktur kolam renang.

  2. Liquid Membrane (Polimer/Akrilik)
    Waterproofing ini berbentuk cair yang akan membentuk lapisan elastis menyerupai karet setelah mengering. Jenis waterproofing ini efektif mengikuti gerakan mikro tanah sehingga mengurangi resiko retak rambut.

  3. Bituminous Coating
    Bituminous adalah lapisan berbahan dasar aspal. Jenis ini biasanya diaplikasikan pada sisi luar dinding kolam yang bersentuhan langsung dengan tanah untuk mencegah air tanah merembes masuk ke dalam struktur kolam.

 

Kapan Penerapan Waterproofing Dilakukan?

Pengaplikasian waterproofing pada waktu yang tepat sangat menentukan efektifitasnya dalam jangka panjang. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengaplikasikan waterproofing kolam renang:

  1. Tahap Setelah Pengecoran & Plesteran
    Waterproofing diaplikasikan setelah struktur beton utama selesai dicor. Pastikan  permukaan beton sudah diplester dengan rapi dan rata sehingga waterproofing dapat diaplikasikan dengan mudah.

  2. Kondisi Permukaan Bersih dan Kering
    Selain rapi dan rata, pastikan juga bahwa permukaan beton kolam renang bersih dari debu, minyak dan kotoran. Pastikan juga untuk mengaplikasikan waterproofing sesuai petunjuk, beberapa jenis waterproofing memerlukan permukaan yang kering sedangkan beberapa lainnya memerlukan permukaan yang lembab.

  3. Sebelum Pemasangan Finishing
    Waterproofing adalah lapisan antara beton dan keramik/mozaik. Lakukan tes rendam selama 3-7 hari untuk memastikan tidak ada kebocoran. Setelah itu, barulah finishing bisa dipasang.

 

Penutup

Waterproofing yang kuat dan berkualitas tidak hanya melindungi struktur kolam tapi juga mampu menghemat biaya perawatan dan renovasi di kemudian hari. Membangun kolam renang tanpa waterproofing yang tepat ibarat membangun rumah tanpa atap yang kuat. Meskipun terlihat tidak ada bedanya dari luar, namun anda akan menghadapi banyak masalah di kemudian hari.

Pastikan anda berkonsultasi dengan kontraktor kolam renang yang handal dan profesional untuk mendapatkan jenis waterproofing yang berkualitas untuk kolam renang anda. Hubungi Bali Arsitek untuk konsultasi gratis dan bangun kolam renang impian anda yang bebas dari bocor sekarang juga.

Artikel Terkait

- artikel menarik lainnya yang mungkin anda butuhkan -